Itulah kira-kira yang terjadi. Setelah pemerintah melakukan upaya pengalihan minyak kepada gas ini, minyak pun seakan menjadi barang langka, masyarakat (khususnya ibu-ibu) tahan berjam-berjam mengantri untuk mendapatannya. Sementara gas yang diharapkan mampu mengganti peran minyak yang selama ini jadi idolapun setali tiga uang, dibeberapa daerah selain harganya melambung tinggi, elpiji juga sulit di dapatkan di agen maupun di pengecer. Tak pelak situasi seperti itu membuat ibu-ibu rumah tangga tambah kelimpungan.
Mudah-mudahan segera ada jalan keluar, jangan sampai karena minyak tak terkejar sementara gas melambung tinggi lantas masyarakat kembali beralih ke kayu bakar (weleh)….




Komentar Terakhir